A bunch of thanks to Endita who had taken this picture. It looks so natural :D
Foto ini diambil di Paturay Tineung Taman Ilmu 2010 di penghujung acara: nangis bersama.
ya, semua anak-anak Taman Ilmu dengan kompaknya ngumpul di sekretariat sekaligus Perpustakaan kami di sana. Mereka ngumpul dan nangis berjamaah. Terharu melihat mereka menangis tersedu seakan-akan kami (pengurus dan pengajar periode 2010) tidak akan datang lagi kesana.
Sudah dua tahun saya dan teman-teman yang lain mengajar dan menjadi pengurus Taman Ilmu. Banyak yang sudah kami dapatkan. lelah memang, di tengah kesibukan kuliah, kita harus menyempatkan diri mengajar ke sana, berpanas-panasan, harus jalan kaki jauh, apalagi kalau hujan, tantangannya benar-benar terasa. Tapi itu semua terbayar dengan semangat belajar anak-anak di sana.
Kami sudah begitu dekat, sesama pengajar, juga dengan anak-anak di sana. Jadi wajar kalo di acara Paturay Tineung ini semua menumpahkan perasaannya melalui menangis bersama, termasuk pengajar, laki-laki perempuan. :D
Oh ya, anak laki-laki di foto ini namanya Bintang. Dia hiperaktif, nggak bisa diem. Dia lucu, pintar, ganteng juga, (hehehehe...). Tiap saya kesana dia pasti teriak "kak aniiiiii" terus langsung gelendotan. Hal-hal itu yang tidak bisa dilupakan dan bikin kangen untuk datang ke sana.
Dua tahun yang indah dan bermakna buat saya dan teman-teman pengajar yang lain. Pak Iskandar dan Bu Ani, pemilik bangunan yang dijadikan PAUD dan tempat belajar mengajar Taman Ilmu ini, telah mengajarkan banyak hal pada saya. Mereka menyadarkan saya betapa pentingnya berbagi. Semua hal ini juga mengubah cara pandang saya dan rencana saya ke depan.
Satu lagi kenangan yang mereka berikan di hari itu, surat yang mereka tulis sendiri. isinya bikin saya terharu sampai menangis tersedu (lebay).
"kak ani jangan lupakan kami yaa, kami sayang kak ani,"
"kak ani, bintang sayang, lope kak ani" (dari Bintang yang baru belajar nulis)
"Kak ani jangan lupa sama Agus yaa, Agus sayang kak Ani" (dari Agus)
masih banyak lagi yang lainnya.
Acara pentas seni di Paturay Tineung ini juga sukses, alhamdulillah. Walaupun latihan tiap hari sampe nyareri awak dan sempet terjadi konflik, akhirnya membuahkan hasil juga.
Lengseran, upacara adat sunda, yang dilatih oleh saya sendiri dan Elysa berlangsung sukses, walaupun mereka, terutama Agus sebagai Ki Lengser masih terlihat malu-malu. mereka nampak keren hari itu, lengkap dengan kostum yang sudah disewa sehari sebelumnya. Pokoknya hari itu berlangsung sukses:D
terima kasih untuk semuanya, Pak Iskandar, Bu Ani, Nunuy (partner saya), Guruh (project officer),
kangen semuanya... kalian semua sudah mengajari saya banyak hal... terimakasih... kalian adalah keluarga kedua saya... :')



