Saat tak ada orang yang bisa mendengarkanku...
Saat tak ada orang yang bisa memahamiku...
Saatku merasa penat dengan semuanya..
Saat ku benar-benar merasa sendiri...
Baru kusadari ada Dia yang justru tak berhenti mencintaiku,
memahamiku sepenuhnya, tak berhenti memerhatikanku, memenuhi semua yang kubutuhkan, begitu dekat denganku,
tapi... begitu bodohnya aku yang baru tersadar ketika ku merasa sendiri,
begitu nikmatnya berduaan dengan-Nya,
mencurahkan segala isi hatiku, semua kesedihanku...
Subhanallah...Begitu besar cinta-Nya padaku...
Sungguh indah ketika air mataku menetes...Dalam sujudku...
Kupasrahkan segalanya...Rabb...Hanya Engkau yang benar-benar memahamiku...
Hanya padaMu ku mengadu...
Aku bersimpuh di hadapan Mu...
Mengharap keridhoanMu
Terangilah hatiku dengan cahayaMu
Aku mohon ampun atas semua dosaku yang sudah tak terhitung lagi...
Sungguh bodoh jika ku menangis karena orang-orang itu...
Karena materi,
karena dunia...
Semuanya tak ada apa-apanya...
Karena kehidupan semata mata hanyalah tempat untuk mempersiapkan kematian...Mempersiapkan diri untuk bertemu denganMu...
Tetapkan nikmat ini untukku ya Rabb...
Nikmat iman yang tak bisa digantikan dengan nikmat apapun di dunia ini...
di sini aku adalah setangkai bunga,
satu jenis bunga yang selalu mekar sepanjang waktu dengan aroma yang sangat khas...
indah dipandang dan harum baunya,
walaupun aku tak bisa teriak, tak punya tangan seperti mereka yang lalu lalang itu, tapi aku jadi pusat perhatian di sini,
banyak orang memandangiku, senang melihatku, ya walaupun hanya sekedar melihat.
bahkan mereka menciumiku, menikmati wangiku yang khas,
mereka selalu bermain di sini...ya di taman yang indah ini
begitu banyak bunga di sini, dan semua orang yang datang menyukainya, menikmati indah dan wanginya,
aku biarkan kupu-kupu dan kumbang-kumbang itu hinggap di atasku untuk membuat madu,
aku biarkan orang-orang itu menkmati indahku
aku senang bisa berguna bagi mereka,
walaupun tak melakukan apapun, aku bisa memberikan sesuatu yang kupunya bagi mereka,
karena, mereka juga sangat kusayangi, seperti aku menyayangi orang-orang yang lalu lalang itu.
di sini aku dihargai, dicintai, dan jadi tempat berbagi para kumbang dan kupu-kupu,
aku bahagia sampai-sampai tak pernah ingin layu agar aku bisa terus menikmati semua ini.
di sini aku punya tempat, aku merasa benar-benar ada,
di duniaku yang satu ini, aku menemukan arti cinta dan keluarga, betapa indahnya berbagi dan saling menyayangi,
aku sayang kumbang dan kupu-kupu kecil itu, mereka selalu menghiburku dengan warna sayap yang indah dan gaya terbang mereka yang sangat memikat.
aku juga sayang orang orang yang menikmati indahku itu. mereka dengan ikhlas menyiramiku, memupuki aku supaya aku tak lekas layu di taman ini.
terima kasih semuanya,
terima kasih telah memberi aku tempat di taman yang indah ini
dan terimakasih telah menjadikanku bunga indah yang berarti :)
dalam duniaku yang satu ini, entah kenapa, aku merasa seperti seonggok batu di tengah padang pasir yang luas.
Aku hanya bisa diam, karena aku hanyalah seonggok batu.
aku hanya bisa melihat orang-orang itu bekerja susah payah, lalu lalang kesana kemari, tanpa mempedulikan keberadaanku,
sungguh aku ingin membantu mereka, tapi bagaimana caranya? aku tidak tahu apa-apa, aku tak tau apa yang harus aku lakukan dengan segala keterbatasanku.
sungguh aku tak nyaman di duniaku yang satu ini.
padahal, mereka sangat menikmatinya, walaupun dunia yang satu ini hanya padang pasir yang gersang dan panas mentari pun bisa dengan ganasnya membakar kulit mereka, mereka tetap tersenyum dan terus berjuang dan saling bantu untuk mewujudkan mimpi mereka.
Apa yang bisa kulakukan? apa yang bisa kubantu??? andai aku bisa berteriak seperti mereka, andai aku bisa bicara, menawarkan bantuan untuk mereka, andai aku punya tangan untuk meringankan beban mereka, tapi..... aku hanyalah seonggok batu.
aku tak tau aku harus kemana, kenapa aku ada di dunia seperti ini? kenapa aku tak bisa bantu mereka? kenapa mereka tak memedulikan keberadaanku? apa mereka sadar aku ada diantara mereka?? apa karena aku hanyalah seonggok batu?
aku malu, aku tak nyaman, aku ingin membantu, tapi bagaimana? apa gunanya aku bagi mereka?
aku sayang mereka, orang yang lalu lalang di hadapanku itu, yang tak mengenalku bahkan tak memandang keberadaanku dan tak sadar bahwa aku ada.
mereka itu orang yang hebat, pekerja keras, tak kenal lelah dan kata menyerah,
mereka bekerja untuk kebaikan, tak mengharap pamrih, hanya belas kasih dari Sang Pencipta,
aku sangat mengaguminya, aku sangat menyayanginya, andai saja mereka mau melirik kerahku, betapa senangnya aku,
tapi...
aku hanyalah seonggok batu di tengah padang pasir
maafkan aku yang hanya bisa diam....
karena....
aku hanyalah seonggok batu di tengah padang pasir

